Header Ads

Kisah Si Pensil Dan Si Pemadam

Kisah Si Pensil Dan Si Pemadam
Mungkin ramai yang telah baca mengenai kisah teladan pensil dan pemadam ini. Untuk yang belum baca mengenai kisah ini, jom kita sama-sama baca. Kalau sudah baca dan kamu rasa ianya bermanfaat untuk orang lain, jangan lupa untuk share. Okay mari kita baca...

Kisah Teladan Pensil Dan Pemadam

Pensil : "Maafkan aku Pemadam..."

Pemadam : "Maafkan aku? untuk apa Pensil? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."

Pensil : "Aku minta maaf kerana aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."

Pemadam : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahawa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.

Aku sungguh bahagia dengan perananku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khuatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."


Tahukah kamu?

Si Pemadam adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...

Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...

Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...

Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).

Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),

Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khuatir ataupun sedih.

"Hingga saat ini...
Saya masih menjadi Si Pensil...

Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si Pemadam atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.
Kelak suatu hari...

Yang tertinggal hanyalah "kenangan" si pemadam
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."

Sekian sahaja mengenai kisah teladan pensil dan pemadam. Semoga memberi manfaat kepada semua.

No comments

Terima kasih kerana sudi baca entri ini dan silakan untuk memberikan komen anda. Kami sangat menghargai pandangan atau komen yang akan anda berikan. Sila berikan komen anda dengan cara yang berhemah kerana saya tidak akan bertanggungjawab terhadap setiap komen yang ditulis.

Sekian.

Powered by Blogger.